Enam Cara Aman Mengemudi Mobil Matic Saat Terobos Banjir
![]() |
| Enam cara aman mengemudi mobil matic saat terobos banjir. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan wilayah sekitarnya dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah ruas jalan terendam banjir.
Kondisi ini kerap membuat pengendara, termasuk pengguna mobil bertransmisi otomatis, terpaksa menerobos genangan air.
Padahal, salah langkah saat melintasi banjir dapat berujung pada kerusakan serius pada kendaraan.
Agar risiko tersebut bisa diminimalkan, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan pengemudi mobil matic.
Enam tips aman mengemudi mobil matic saat banjir
Berikut enam tips mengemudi mobil matic saat menerobos banjir, sebagaimana dirangkum dari laman resmi Daihatsu, Jumat (23/1/2026).
1. Pastikan air tidak masuk ke saluran udara
Pengemudi disarankan menghindari genangan yang berpotensi merendam saluran masuk udara (air inlet).
Jika air sampai masuk ke jalur ini, dapat terjadi water hammer, yakni air masuk ke ruang bakar mesin.
Kondisi tersebut berisiko merusak mesin, terutama ketika mesin berada dalam suhu tinggi.
2. Perhatikan tinggi ground clearance
Mengetahui tinggi ground clearance mobil menjadi faktor penting sebelum menerobos genangan.
Mobil dengan ground clearance yang cukup tinggi memiliki risiko lebih kecil kemasukan air.
Sebaliknya, jika air sampai masuk ke mesin, bisa memicu gangguan kelistrikan dan kerusakan komponen kendaraan.
3. Gunakan gigi paling rendah
Saat melewati banjir, gunakan gigi terendah agar putaran mesin lebih stabil.
Cara ini juga membantu sistem pembuangan gas bekerja optimal, sehingga tekanan gas buang dapat mencegah air masuk melalui knalpot ke ruang mesin.
4. Berkendara perlahan dan stabil
Kecepatan rendah dan konstan sangat dianjurkan ketika melintasi genangan air.
Selain mengurangi risiko air masuk ke mesin, cara ini juga membantu pengemudi mengantisipasi bahaya tersembunyi seperti lubang jalan yang tidak terlihat akibat tertutup air.
5. Jangan menyalakan mesin jika mogok
Apabila mobil tiba-tiba mati atau mogok setelah menerobos banjir, jangan mencoba menyalakan mesin kembali.
Tindakan tersebut justru bisa memperparah kerusakan mesin.
Segera hubungi bengkel resmi agar kendaraan ditangani oleh teknisi profesional.
6. Keringkan rem setelah melewati banjir
Usai melewati genangan, rem perlu dikeringkan.
Caranya dengan melaju pelan sekitar 5 km per jam sambil menginjak rem secara perlahan dan berulang.
Langkah ini penting untuk memastikan fungsi pengereman kembali optimal dan kampas rem tidak lembap.
Banjir memang menjadi tantangan tersendiri bagi pengemudi mobil matic. Air yang masuk ke mesin berpotensi menyebabkan kerusakan serius.

