Indonesia Berpeluang Dapat Prototipe Jet Tempur KF-21 Senilai Rp7,5 Triliun, Ini Syaratnya!
![]() |
| Indonesia Berpeluang Dapat Prototipe Jet Tempur KF-21 Senilai Rp7,5 Triliun |
PEWARTA.CO.ID, JATIM — Kerja sama strategis di bidang pertahanan antara Indonesia dan Korea Selatan kembali menunjukkan kemajuan signifikan. Pemerintah Korea Selatan dikabarkan telah memberikan persetujuan untuk menyerahkan satu unit prototipe pesawat tempur KF-21 kepada Indonesia.
Informasi ini disampaikan oleh anggota parlemen Korea Selatan, Kim Dae-sik, pada Selasa (7/4/2026). Ia mengungkapkan bahwa kesepakatan tersebut merupakan hasil pembicaraan bilateral yang berlangsung pada Februari lalu.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara sepakat bahwa Indonesia akan menerima satu dari enam unit prototipe jet tempur KF-21 yang saat ini tengah dikembangkan bersama.
Dukungan pengujian teknologi canggih
Penyerahan prototipe ini tidak sekadar simbol kerja sama, tetapi juga memiliki tujuan teknis yang penting. Pesawat tersebut akan dimanfaatkan untuk berbagai pengujian, termasuk uji kemampuan pengisian bahan bakar di udara (air-to-air refueling).
Langkah ini diharapkan dapat membantu Indonesia memahami lebih dalam teknologi yang diusung oleh jet tempur generasi terbaru tersebut.
Nilai proyek tembus Rp7,5 triliun
Kesepakatan penyerahan prototipe KF-21 memiliki nilai yang sangat besar. Kim Dae-sik menyebutkan bahwa total nilai proyek mencapai sekitar 600 miliar won atau setara dengan Rp7,5 triliun.
Nilai tersebut mencakup tidak hanya harga unit prototipe, tetapi juga biaya perawatan serta dukungan teknis yang diperlukan selama proses pengujian berlangsung.
Dengan investasi sebesar itu, Indonesia diharapkan mampu memaksimalkan pemanfaatan teknologi dalam pengembangan sistem pertahanan udara di masa depan.
Proyek strategis lebih dari satu dekade
Program pengembangan jet tempur KF-21 Boramae merupakan proyek jangka panjang yang telah berjalan selama lebih dari sepuluh tahun. Inisiatif ini dimulai pada 2015 sebagai upaya Korea Selatan untuk menciptakan pesawat tempur supersonik buatan dalam negeri.
KF-21 dirancang sebagai pesawat tempur generasi 4.5 yang dilengkapi teknologi lebih mutakhir dibandingkan generasi sebelumnya. Pengembangan proyek ini dipimpin oleh Korea Aerospace Industries, perusahaan dirgantara terkemuka Korea Selatan.
Jika sesuai jadwal, seluruh proses pengembangan ditargetkan rampung pada Juni 2026 setelah melalui serangkaian tahap desain, pengujian, dan penyempurnaan.
Peran Indonesia dalam proyek KF-21
Dalam proyek ini, Indonesia tidak hanya berperan sebagai calon pengguna, tetapi juga mitra pengembangan. Berdasarkan laporan Yonhap News Agency, Indonesia terlibat dalam pembiayaan proyek sebagai bagian dari kerja sama bilateral.
Sebagai imbalannya, Indonesia memperoleh sejumlah keuntungan strategis, antara lain:
- Transfer teknologi pesawat tempur
- Akses terhadap prototipe KF-21
- Peluang keterlibatan industri pertahanan nasional
Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan teknologi dirgantara Indonesia sekaligus memperkuat industri pertahanan dalam negeri.
Jadwal pengiriman masih menunggu proses administratif
Meskipun kesepakatan telah tercapai, jadwal pasti penyerahan prototipe KF-21 masih belum ditentukan. Proses tersebut akan diatur oleh Defense Acquisition Program Administration (DAPA), lembaga pengadaan pertahanan Korea Selatan.
Namun, penyerahan baru dapat dilakukan setelah Indonesia memenuhi kewajiban kontribusi dalam proyek tersebut. Saat ini, nilai kontribusi Indonesia disebut mencapai sekitar 600 miliar won.
Indonesia sempat ajukan penyesuaian kontribusi
Pada tahap awal kerja sama, Indonesia menyepakati untuk menanggung sekitar 20 persen dari total biaya pengembangan sebagai negara mitra.
Seiring berjalannya waktu, Indonesia mengajukan penyesuaian kontribusi dengan mempertimbangkan kondisi anggaran nasional. Dampaknya, tingkat transfer teknologi yang diperoleh juga mengalami penyesuaian.
Kesepakatan terbaru terkait perubahan kontribusi tersebut telah ditandatangani oleh kedua negara pada Juni tahun lalu, yang menetapkan besaran kontribusi Indonesia seperti saat ini.
Dampak strategis bagi kedua negara
Kerja sama dalam proyek KF-21 dinilai memberikan keuntungan besar bagi kedua pihak. Bagi Korea Selatan, proyek ini menjadi bukti kemampuan industri pertahanan nasional dalam mengembangkan jet tempur modern secara mandiri.
Sementara itu, bagi Indonesia, keterlibatan dalam proyek ini membuka peluang besar untuk meningkatkan kapabilitas teknologi dirgantara serta memperkuat sistem pertahanan udara nasional.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, KF-21 diproyeksikan menjadi salah satu pesawat tempur unggulan di kawasan Asia dalam beberapa tahun mendatang.
