Polinema Serahkan 237 Inovasi Mahasiswa kepada 200 Mitra Industri hingga Pemda
![]() |
| Polinema menyerahkan karya inovasi mahasiswa kepada mitra melalui Expo InoVibe Polinema 2026. (Dok. Ist) |
PEWARTA JATIM — Sebanyak 237 karya inovasi mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema) diserahkan kepada 200 mitra, mulai dari sektor industri, UMKM hingga pemerintah daerah. Penyerahan tersebut dilakukan melalui Expo InoVibe Polinema 2026 di Kota Malang, Jawa Timur.
Wakil Direktur I Polinema Prof Ratih Indri Hapsari mengatakan, dari 200 mitra yang menerima karya mahasiswa, sebanyak 32 mitra hadir secara langsung dalam kegiatan penyerahan.
"Jadi ini pameran inovasi mahasiswa, ada 237 produk diserahkan kepada 200 mitra dan yang hadir langsung 32 mitra," kata Prof Ratih.
Menurut Ratih, karya-karya tersebut dibuat berdasarkan kebutuhan nyata yang ditemukan mahasiswa ketika menjalani kegiatan magang di tempat mitra. Sebagian lainnya lahir dari koordinasi antara Polinema dan mitra terkait kebutuhan yang dapat dikembangkan menjadi inovasi.
Skema tersebut membuat karya mahasiswa tidak berhenti sebagai tugas akademik. Produk yang dihasilkan diarahkan agar dapat diterapkan dan dikembangkan oleh pihak yang membutuhkan.
"Mitra yang menerima hasil karya mahasiswa diharapkan melanjutkan pengembangan perihal peralatan," ujarnya.
Inovasi berasal dari kebutuhan mitra
Karya yang diserahkan dalam Expo InoVibe Polinema 2026 mencakup peralatan tepat guna hingga produk digital. Pengembangannya melibatkan mahasiswa dengan menyesuaikan persoalan atau kebutuhan yang mereka temukan selama berinteraksi dengan mitra.
Salah satu contoh datang dari Pranaja Manggala, mahasiswa semester akhir Program Studi D4 Teknik Kimia Polinema. Ia menyerahkan rancangan alat pemurnian air limbah berupa moving bed biofilm reaktor kepada rumah sakit yang diteliti dan perusahaan tempatnya menjalani magang.
Pranaja menjelaskan karya tersebut sekaligus menjadi tugas akhirnya. Rancangan itu telah memperoleh persetujuan dosen pembimbing setelah melewati proses pengujian.
"Setelah dinilai layak diserahkan ke rumah sakit dan perusahaan," ucapnya.
Menurut Pranaja, karya yang dihibahkan tidak sebatas perangkat yang telah selesai dibuat. Penyerahan juga mencakup prototype serta laporan hasil pembuatan alat.
"Alatnya menggunakan metode aerasi," katanya.
Penyerahan ratusan karya tersebut menjadi bagian dari upaya Polinema menghubungkan proses pembelajaran mahasiswa dengan kebutuhan para mitra. Melalui kegiatan ini, hasil pengembangan mahasiswa diharapkan dapat diteruskan ke tahap pengembangan oleh penerima.
