Kasus Influenza di Jatim Naik, Emil Dardak Minta Rumah Sakit Tak Remehkan Pasien
![]() |
| Wagub Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meminta rumah sakit meningkatkan penanganan terhadap pasien dengan gejala ISPA atau influenza. (Dok. Ist) |
PEWARTA JATIM — Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meminta rumah sakit tidak menganggap ringan pasien yang datang dengan keluhan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) atau influenza. Imbauan tersebut disampaikan ketika keluhan influenza di sejumlah daerah Jawa Timur disebut mengalami peningkatan.
Di Kota Surabaya, kasus influenza dilaporkan meningkat sekitar 10 persen pada periode Juli-Agustus. Gejala yang banyak muncul antara lain lemas, demam, dan batuk yang cenderung mengarah pada influenza tipe A.
Meski demikian, hingga kini belum tersedia data resmi mengenai jumlah keseluruhan kasus influenza di Jawa Timur. Dinas Kesehatan Jawa Timur masih melakukan pemantauan di berbagai daerah.
“Ya, kemarin saya coba cek waktu ke Malang, udah turun yang di salah satu Puskesmas di Tetapi di tempat lain kami lihat naik. Kami minta terus pantau,” kata Emil Dardak di Surabaya, Senin (21/9/2026).
Rumah sakit diminta lebih sigap
Emil mengakui keluhan ISPA maupun influenza di Jawa Timur mengalami peningkatan di sejumlah tempat. Menurut dia, perhatian lebih perlu diberikan kepada pasien yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid karena kondisi tersebut dapat memperburuk keadaan saat daya tahan tubuh menurun.
“Nah, ini biasanya kan orang menyebut influenza tuh self-limiting disease. Artinya penyakit yang sebenarnya dia akan sembuh, tetapi kalau daya tahan tubuh kita turun, itu biasanya akan memburuk apalagi kalau ada komplikasi,” terangnya.
Karena itu, Emil meminta seluruh rumah sakit di Jawa Timur tetap memberikan penanganan maksimal kepada setiap pasien yang datang dengan keluhan kesehatan, termasuk mereka yang menunjukkan gejala ISPA.
“Nah, maka rumah sakit tidak boleh ngentengkan kasus-kasus influenza, ya. Jadi semua yang datang, kondisi apa pun, harus ada solutif ya. Harus ada penanganan-penanganan sebisa mungkin, apakah rawat jalan atau nantinya harus dirujuk,” ucapnya.
Penanganan, kata Emil, dapat disesuaikan dengan kondisi pasien, baik melalui rawat jalan maupun rujukan apabila diperlukan.
Belum ada rumah sakit kewalahan
Meski meminta kewaspadaan ditingkatkan, Emil memastikan belum terdapat laporan mengenai lonjakan kasus influenza yang membuat rumah sakit di Jawa Timur kewalahan.
“Nah, ini sampai hari ini belum ada rumah sakit yang menyampaikan mereka kewalahan sampai harus menolak pasien, belum. Tapi kami pantau, dan kalau teman-teman ada informasi, mohon jangan sungkan-sungkan disampaikan kepada kami,” ucapnya.
Pemantauan kasus masih dilakukan karena kondisi di setiap daerah disebut dapat berbeda. Pemerintah Provinsi Jawa Timur tetap meminta informasi mengenai perkembangan kasus disampaikan agar respons terhadap pasien dapat dilakukan sesuai kondisi di lapangan.
