Bromo Kebakaran, Ranu Regulo Tetap Dibuka untuk Wisatawan hingga Saat Ini
![]() |
| Ranu Regulo tetap dibuka untuk wisatawan meski kebakaran terjadi di sejumlah titik kawasan Gunung Bromo. (Dok. Ist) |
PEWARTA JATIM — Ranu Regulo tetap dibuka untuk wisatawan meski kebakaran terjadi di sejumlah titik kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menyatakan aktivitas wisata di kawasan tersebut masih berjalan normal dengan sejumlah imbauan keselamatan.
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan akses menuju Ranu Regulo masih dapat digunakan wisatawan.
“Untuk Ranu Regulo masih normal saja, masih dibuka,” kata Rudi, Senin (14/9/2026).
645 wisatawan datang dalam tiga hari
Minat kunjungan ke Ranu Regulo tetap terlihat di tengah kondisi kemarau dan kebakaran yang terjadi di kawasan Bromo.
Berdasarkan data Balai Besar TNBTS, sebanyak 645 wisatawan tercatat mengunjungi Ranu Regulo sejak Sabtu (12/9) hingga Senin (14/9).
Rinciannya, 410 wisatawan tercatat datang pada Sabtu. Jumlah tersebut kemudian menjadi 154 wisatawan pada Minggu (13/9), sebelum kembali tercatat sebanyak 81 wisatawan pada Senin.
Wisatawan diminta waspada
Meski akses Ranu Regulo masih terbuka, pengelola taman nasional meminta wisatawan meningkatkan kewaspadaan selama berada di kawasan.
Rudi mengingatkan kondisi musim kemarau dan cuaca panas dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Tetap ya, wisatawan supaya berhati-hati dengan musim kemarau ini,” ujarnya.
Pranata Humas Balai Besar TNBTS Endrip Wahyutama menambahkan bahwa seluruh kegiatan wisata tetap harus mengikuti ketentuan yang berlaku di kawasan taman nasional.
Salah satu perhatian utama adalah penggunaan api. Wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Diharapkan wisatawan tidak menyalakan api,” ujar Endrip.
Segera laporkan jika melihat asap
Selain larangan menyalakan api, Balai Besar TNBTS meminta wisatawan segera melapor kepada petugas apabila menemukan kemunculan titik asap di sekitar Ranu Regulo.
Pelaporan sejak dini diperlukan agar petugas dapat segera melakukan penanganan sebelum api berkembang dan meluas.
Imbauan tersebut menjadi bagian dari langkah pencegahan di tengah kondisi kawasan yang masih menghadapi risiko kebakaran selama musim kemarau.
Kawasan Bromo sempat ditutup total
Kondisi di Ranu Regulo berbeda dengan kawasan wisata Gunung Bromo yang sebelumnya mengalami penutupan total akibat kebakaran.
Kebakaran bermula di kawasan Sabana Pengol dan kemudian meluas hingga Jemplang. Penutupan diberlakukan melalui empat pintu masuk kawasan Bromo.
Keempat akses tersebut yakni Jemplang di Kabupaten Malang, Cemoro Lawang di Kabupaten Probolinggo, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, dan Senduro di Kabupaten Lumajang.
Dengan Ranu Regulo yang masih dibuka, wisatawan tetap dapat melakukan aktivitas di kawasan tersebut dengan mengikuti arahan petugas dan menghindari kegiatan yang berpotensi memicu kebakaran.
Kondisi cuaca kemarau membuat kewaspadaan tetap menjadi perhatian utama selama kunjungan, terutama terkait penggunaan api dan pelaporan jika ditemukan titik asap.
