Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPBD Jember Catat 28 Kebakaran hingga September 2026, Warga Diminta Waspada Musim Kemarau

BPBD Jember mencatat 28 kebakaran hingga September 2026, dengan 22 kejadian di lahan dan 6 di kawasan hutan selama musim kemarau.

kebakaran lahan di jember saat musim kemarau
Kebakaran lahan di kawasan Gunung Trianggulasi, Jember, meluas akibat kondisi kering dan hembusan angin. (Dok. Ist)

PEWARTA JATIM — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember mencatat 28 kejadian kebakaran sepanjang musim kemarau hingga awal September 2026. Dari jumlah tersebut, enam kebakaran terjadi di kawasan hutan, sedangkan 22 lainnya melanda lahan.

Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo mengatakan kondisi kemarau yang ekstrem membuat potensi kebakaran masih perlu diwaspadai. Cuaca kering ditambah hembusan angin dapat membuat api yang awalnya kecil berkembang dengan cepat.

“Karena memang musim kemarau ini ektrem, sesuai dengan koordinasi kami dengan BMKG. Mungkin bisa bertambah sampai dengan Oktober ini,” ujar Edy saat on air Halo RRI, Rabu (9/9/2026).

Menurut Edy, sebagian kejadian kebakaran di kawasan hutan dan lahan diduga berkaitan dengan aktivitas manusia. Beberapa di antaranya disebut berkaitan dengan pembakaran lahan dan puntung rokok yang dibuang sembarangan.

Kebakaran Gunung Trianggulasi meluas diterpa angin

Salah satu kebakaran terbaru terjadi di kawasan Gunung Trianggulasi, Desa Tembokrejo, Kecamatan Gumukmas, pada Minggu (6/9/2026). Api membakar sekitar satu hektare lahan milik warga.

Kebakaran mulai terlihat sekitar pukul 14.00 WIB. Warga bersama Babinsa dan relawan sempat berupaya memadamkan api secara manual, tetapi hembusan angin membuat kobaran api kembali meluas.

Proses pemadaman berlangsung hingga Senin dini hari. Tim gabungan akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan api sekitar pukul 02.30 WIB.

Material yang terbakar berupa bambu, dedaunan kering, serta ilalang. Kondisi vegetasi yang mengering membuat api lebih mudah menjalar ketika disertai angin.

Edy mengatakan peristiwa tersebut menunjukkan bahwa kebakaran lahan dapat berkembang dalam waktu relatif cepat selama kondisi lingkungan kering. Karena itu, penanganan sejak munculnya titik api menjadi penting agar kebakaran tidak meluas.

“Kalau sudah angin, maka ke mana-mana api itu jadinya. Semoga kejadian itu bisa menjadi pelajaran. Kalau bakar lahannya itu ya harus terkendali, harus betul-betul dijaga,” ujar Edy.

Aktivitas manusia ikut disorot

BPBD Jember menilai faktor manusia menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian dalam pencegahan kebakaran. Pembakaran lahan yang tidak diawasi serta kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan dapat memicu munculnya api di tengah kondisi yang kering.

Puntung rokok menjadi perhatian khusus karena bara kecil dapat menyulut material mudah terbakar seperti daun kering, semak, dan ilalang. Risiko penyebaran semakin besar ketika lokasi berada di area terbuka dengan angin yang cukup kuat.

Masyarakat yang melakukan aktivitas di dekat lahan terbuka maupun kawasan hutan juga diminta memastikan tidak ada sumber api yang tertinggal. Pembakaran yang dilakukan untuk membersihkan lahan, misalnya, harus benar-benar terkendali dan tidak ditinggalkan begitu saja.

BPBD sebelumnya telah meminta pemerintah kecamatan bersama Muspika untuk memperkuat sosialisasi kepada warga di wilayah yang dinilai rawan kebakaran. Langkah tersebut diarahkan agar masyarakat memahami risiko kebakaran selama musim kemarau.

Kemarau ekstrem diperkirakan masih berlanjut

Tingginya jumlah kebakaran hingga awal September membuat BPBD Jember meminta kewaspadaan tidak diturunkan. Terlebih, kondisi kemarau ekstrem diperkirakan masih dapat berlangsung hingga Oktober berdasarkan koordinasi BPBD dengan BMKG sebagaimana disampaikan Edy.

Kondisi tersebut membuat lahan yang dipenuhi vegetasi kering tetap memiliki risiko terbakar. Api juga dapat bergerak lebih cepat ketika mendapat dorongan angin, sehingga kebakaran di lokasi terbuka berpotensi menjalar ke area yang lebih luas.

Pencegahan menjadi langkah utama untuk mengurangi risiko tersebut. Masyarakat diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum kobaran membesar.

Warga juga diminta lebih berhati-hati saat berada di kawasan hutan, lahan kosong, maupun area dengan banyak daun dan semak kering. Kebiasaan sederhana seperti tidak membuang puntung rokok sembarangan dapat membantu mencegah munculnya sumber api.

Warga diminta cegah api meluas ke permukiman

BPBD Jember menekankan bahwa kebakaran kecil tetap perlu ditangani secara serius selama musim kemarau. Ketika api sudah membesar dan tertiup angin, proses pemadaman menjadi lebih sulit dan risiko terhadap lingkungan sekitar ikut meningkat.

Karena itu, warga yang melakukan pembakaran lahan harus memastikan api tetap berada dalam kendali dan tidak ditinggalkan. Pengawasan juga diperlukan sampai tidak ada lagi bara yang berpotensi menimbulkan api baru.

Kewaspadaan masyarakat menjadi semakin penting karena sebagian besar dari 28 kejadian kebakaran yang dicatat BPBD Jember terjadi di lahan. Sebanyak 22 kejadian berada di area tersebut, sementara enam lainnya terjadi di kawasan hutan.

BPBD Jember memperkirakan potensi kebakaran masih dapat muncul selama musim kemarau. Pemerintah daerah dan masyarakat pun diharapkan terus memperkuat langkah pencegahan agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas atau mendekati permukiman.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
PEWARTA Jatim
PEWARTA Jatim
Media online Pewarta.co.id regional Jawa Timur (Pewarta Jatim). Menyajikan informasi berita Jatim terkini up to date.

WARTA JATIM TERBARU

  • BPBD Jember Catat 28 Kebakaran hingga September 2026, Warga Diminta Waspada Musim Kemarau
  • BPBD Jember Catat 28 Kebakaran hingga September 2026, Warga Diminta Waspada Musim Kemarau
  • BPBD Jember Catat 28 Kebakaran hingga September 2026, Warga Diminta Waspada Musim Kemarau
  • BPBD Jember Catat 28 Kebakaran hingga September 2026, Warga Diminta Waspada Musim Kemarau
  • BPBD Jember Catat 28 Kebakaran hingga September 2026, Warga Diminta Waspada Musim Kemarau
  • BPBD Jember Catat 28 Kebakaran hingga September 2026, Warga Diminta Waspada Musim Kemarau