BMKG Peringatkan Gelombang Laut Selatan Jatim Capai 4 Meter, Daratan Cerah Berawan
![]() |
| Gelombang tinggi berpotensi terjadi di sejumlah perairan selatan Jawa Timur hingga 12 September 2026. (Ilustrasi/Ist) |
PEWARTA JATIM — Cuaca di sebagian besar wilayah Jawa Timur diprakirakan cerah berawan pada Rabu (9/9/2026), tetapi kondisi berbeda diperkirakan terjadi di laut. BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya memperingatkan potensi gelombang hingga 4 meter di sejumlah perairan selatan Jawa Timur pada 9-12 September 2026.
Perairan yang berpotensi mengalami gelombang setinggi 2,5-4 meter meliputi Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember hingga Banyuwangi. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian khusus bagi nelayan dan pengguna transportasi laut.
Sementara itu, cuaca di daratan Jawa Timur relatif bersahabat. Sebagian besar wilayah diprakirakan mengalami kondisi cerah berawan, meski hujan ringan masih mungkin turun di sejumlah daerah.
Pada pagi hingga siang-sore hari, cerah berawan diperkirakan mendominasi. Malam hingga dini hari kondisi serupa masih berpeluang terjadi, dengan potensi udara kabur di beberapa wilayah.
Suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 9-36 derajat Celsius, sedangkan kelembapan berkisar 33-100 persen. Angin umumnya bertiup dari arah utara dengan kecepatan 5-45 kilometer per jam.
Perairan selatan berpotensi gelombang 4 meter
Peringatan BMKG berlaku untuk sejumlah wilayah laut di sepanjang pesisir selatan Jawa Timur. Gelombang setinggi 2,5-4 meter diprakirakan terjadi di Perairan Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember dan Banyuwangi.
Selain wilayah tersebut, gelombang dengan ketinggian 1,25-2,5 meter juga berpeluang muncul di beberapa perairan lainnya.
Wilayah yang masuk dalam potensi gelombang tersebut mencakup Perairan Kepulauan Kangean bagian timur dan selatan, Kepulauan Sapudi bagian selatan, Situbondo bagian timur, Pacitan serta Kepulauan Kangean bagian utara.
Perbedaan kondisi antara daratan dan laut membuat informasi cuaca perlu diperhatikan secara spesifik sesuai aktivitas. Cuaca cerah berawan di wilayah daratan tidak dapat dijadikan patokan bahwa seluruh perairan berada dalam kondisi aman.
Nelayan dan kapal diminta memperhatikan batas risiko
BMKG menyebut terdapat kondisi tertentu yang dapat meningkatkan risiko bagi pengguna transportasi laut. Perahu nelayan dinilai perlu mewaspadai kecepatan angin sekitar 15 knot ketika tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Untuk kapal tongkang, perhatian diperlukan ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dan gelombang berada di sekitar 1,5 meter. Adapun kapal feri berisiko saat angin mencapai 21 knot dengan tinggi gelombang 2,5 meter.
Informasi tersebut penting terutama bagi masyarakat yang tetap harus melakukan aktivitas di laut selama periode potensi gelombang tinggi. Kondisi angin dan gelombang dapat berubah sehingga perkembangan informasi cuaca perlu terus dipantau.
Daratan Jatim relatif cerah
Di luar wilayah perairan, kondisi cuaca Jawa Timur pada Rabu (9/9/2026) diprakirakan relatif nyaman. Cerah berawan menjadi kondisi yang paling dominan, walaupun hujan ringan masih berpeluang terjadi di sejumlah daerah.
Kondisi udara pada malam hingga dini hari juga diprakirakan cerah berawan dengan kemungkinan udara kabur. Suhu yang cukup beragam, mulai 9 hingga 36 derajat Celsius, menunjukkan adanya perbedaan kondisi antarwilayah.
Angin dari arah utara dengan kecepatan 5-45 kilometer per jam menjadi salah satu parameter yang perlu diperhatikan, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir dan laut.
Dengan adanya potensi gelombang hingga 4 meter di perairan selatan Jawa Timur, nelayan dan pengguna jasa transportasi laut diminta tidak hanya melihat kondisi cuaca di daratan sebelum beraktivitas. Informasi terbaru dari BMKG tetap perlu menjadi rujukan karena laut dapat mengalami kondisi yang berbeda dari wilayah daratan.
