Bangkalan Bentuk Tim Khusus Tangani 27 Ribu Anak Tidak Sekolah
![]() |
| Pemerintah Kabupaten Bangkalan membentuk tim khusus lintas instansi untuk menangani persoalan anak tidak sekolah di wilayah setempat. (Dok. Ist) |
PEWARTA JATIM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur, membentuk tim khusus untuk menangani persoalan sekitar 27 ribu anak tidak sekolah (ATS) yang terdata di wilayah tersebut.
Tim ini melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah desa, serta sejumlah unsur lain karena penanganan ATS dinilai tidak dapat dibebankan kepada satu institusi saja.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangkalan, Muhaimin, mengatakan data sementara menunjukkan jumlah anak tidak sekolah di Bangkalan mencapai sekitar 27 ribu anak.
Menurut dia, tim khusus tersebut melibatkan Dinas Sosial, Dinas Pemerintahan Desa, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta perwakilan organisasi sosial keagamaan di Kabupaten Bangkalan.
“Karena cakupannya yang luas ini, maka pola penanganan terkait ATS ini juga membutuhkan pola terpadu dan membutuhkan dukungan semua pihak. Karena itu, tim khusus yang kami bentuk melibatkan semua elemen yang ada di Bangkalan ini,” katanya.
Tiga kategori anak tidak sekolah
Muhaimin menjelaskan, istilah anak tidak sekolah memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan anak putus sekolah.
ATS mencakup anak yang putus sekolah, anak yang telah menyelesaikan satu jenjang pendidikan tetapi tidak melanjutkan ke jenjang berikutnya, serta anak yang memilih berhenti melanjutkan pendidikan karena merasa jenjang yang ditempuh sudah cukup.
Karena itu, penanganannya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari OPD, pemerintah desa, Kementerian Agama, hingga lembaga pendidikan nonformal.
“Karena cakupannya yang luas ini, maka pola penanganan terkait ATS ini juga membutuhkan pola terpadu dan membutuhkan dukungan semua pihak. Karena itu, tim khusus yang kami bentuk melibatkan semua elemen yang ada di Bangkalan ini,” katanya.
Muhaimin menyebut jumlah sekitar 27 ribu ATS tersebut membuat Kabupaten Bangkalan tercatat sebagai kabupaten dengan jumlah anak putus sekolah terbanyak di Jawa Timur.
Dari 18 kecamatan yang ada di Bangkalan, Kecamatan Galis dan Kecamatan Kokop tercatat memiliki jumlah ATS terbanyak, dengan total mencapai lebih dari 14 ribu anak.
Perbup hingga pendampingan guru
Pemkab Bangkalan telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menangani persoalan tersebut, salah satunya dengan mendorong pembentukan peraturan bupati mengenai penanganan anak tidak sekolah.
Selain itu, Disdik Bangkalan akan melakukan kunjungan dengan melibatkan pemerintah desa untuk mencari solusi agar anak-anak yang tidak bersekolah dapat kembali memperoleh akses pendidikan.
Strategi lain yang disiapkan adalah memperkuat pendampingan terhadap guru pada berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA.
Langkah terpadu itu diharapkan dapat membantu penanganan persoalan anak tidak sekolah di Bangkalan dengan melibatkan seluruh unsur yang memiliki peran dalam akses dan keberlanjutan pendidikan.
